Wednesday, June 13, 2012

Awas, Zat Warna Berbahaya di Lipstik Anda


Zat pewarna pada lipstik mungkin sekali ikut tertelan saat Anda makan.

Wuri Handayani
Lima tahun lalu, sebuah kampanye untuk 'safe cosmetic' gencar dilakukan. Tapi nyatanya, hingga sekarang masih saja terdapat bahan- bahan berbahaya di dalam kemasan kosmetik yang terpajang di rak-rak penjualan.

Hanya sedikit produsen yang benar-benar sadar menggunakan bahan alami untuk keamanan pemakainya. Lebih banyak yang tidak memedulikan hal ini. Seperti di lansir dari ivillage.com, sebuah penelitian baru oleh FDA menemukan 400  jenis lipstik yang  menggunakan zat warna berbahaya.

FDA tidak mengharuskan lipstik-lipstik ini dibuat seperti permen, karena memang tidak untuk dikonsumsi. Kampanye yang dimaksudkan hanya untuk mensosialisasikan bahaya penggunaan bahan kimia berbahaya, yang sangat mungkin tertelan. Coba hitung, berapa kali Anda mengoleskan lipstik setiap harinya karena lipstik tersebut hilang saat Anda selesai makan.

"Timbal adalah salah satu bahan yang sering ada pada lipstik, semakin sering kita mengoleskan, semakin tinggi tingkat eksposur terhadapnya," ujar  Mitchell, wakil ketua The Environmental Health Task Force untuk National Medical Association.

Seperti dijelaskan dalam Wall Street Journal, zat pewarna dalam lipstik merupakan zat aditif yang berbasis mineral. Karenanya, kadar timbal pasti mengikutinya, zat ini merupakan unsur yang secara alami ditemukan di tanah, air, dan udara.

Untuk lebih amannya, Anda harus benar-benar memperhatikan kandungan bahan lipstik, terutama kadar pewarnanya. Atau lebih baik menggunakan lipgloss yang tidak mengandung pigmen warna demi kesehatan bibir.

No comments:

Post a Comment

Silahkan anda komentar degan baik dan bijak